https://jurnalfkmuit.id/index.php/itjph/issue/feedIndonesia Timur Journal of Public Health 2026-08-22T14:18:42+00:00Suriatisuriati@uit.ac.idOpen Journal Systemshttps://jurnalfkmuit.id/index.php/itjph/article/view/152A ANALISIS PAPARAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KONDISI PSIKOLOGIS TENAGA KERJA DI UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR2026-08-22T04:12:43+00:00Andi Putri Ramadaniputriiagathaa181200@gmail.comSuriati Arifzulhaq101211@gmail.comNismawati Natsirnismanatsir@gmail.com<p>Lingkungan kerja yang tidak sehat, baik secara fisik maupun psikososial, dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mental tenaga kerja, yang pada gilirannya mempengaruhi produktifitas dan kualitas kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Analisis Paparan Lingkungan Kerja Terhadap Kondisi Psikologis Tenaga Kerja Di Universitas Indonesia Timur. Jenis penilitian yang digunakan pada penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Penelitian dilaksanakan pada bulan maret-mei 2025 dengan sampel terdiri dari 41 tenaga kerja untuk dijadikan sampel. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Untuk mengetahui hubungan antara kondisi psikologis dengan pembagian tugas, hubungan kerja, kapasitas kerja, dan beban kerja maka menggunakan uji fisher exact test. Hasil penelitian diperoleh bahwa adanya hubungan pembagian tugas dengan kondisi psikologis (p=0,003 < 0,05), terdapat adanya hubungan hubungan kerja dengan kondisi psikologis (p=0,000 < 0,05), adanya hubungan kapasitas kerja dengan kondisi psikologis (p=0,001 < 0,05), serta ada hubungan beban kerja dengan kondisi psikologis (p=0,001 < 0,05). Kesimpulan penelitian ini yaitu pembagian tugas, hubungan kerja, kapasitas kerja, dan beban kerja merupakan faktor yang berhubungan dengan kondisi psikologis.</p>2026-08-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Indonesia Timur Journal of Public Health https://jurnalfkmuit.id/index.php/itjph/article/view/157B FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANTANG KOTA MAKASSAR 2026-08-22T14:13:49+00:00Adelberto Nasario Naja Bataadelberto105@gmail.comNismawati Natsirnismanatsir@gmail.comMarthyni Natsirmarthyninatsir@gmail.com<p>Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu jenis penyakit menular yang terus menjadi isu kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kota Makassar.</p> <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Antang Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian dilaksanakan pada bulan maret - mei 2025 dengan jumlah sampel 96 responden yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik menunjukan ada hubungan mengunakan fishers exact test menunjukan ada hubungan keberadaan jentik Aedes aegypti dengan kejadian DBD dengan nilai p (0,004) < α (0,05), ada hubungan keberadaan nyamuk dewasa dengan kejadian DBD dengan nilai p (0,002) < α (0,05), ada hubungan antara perilaku menggantung pakain dengan kejadian DBD dengan nilai p (0,003) < α (0,05). Berdasakan hasil penelitian tersebut dapat disimpulakan bawah ada hubungan keberadaan jentik aedes, keberadaan nyamuk dewasa, perilaku mengantung pakaian dengan kejadian demam berdarah dengue di wilayah kerja Puskesmas Anntang Kota Makassar. Disarankan menghilangkan semua genangan air yang berpotensi menjadi breeding place di lingkungan rumah, rutin melakukan kegiatan fogging, menggunakan obat antinyamuk, serta menyediakan tempat untuk pakaian kotor yang tertutup agar tidak ada pakaian yang dibiarkan menggantung di sembarang tempat.</p>2026-08-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Indonesia Timur Journal of Public Health https://jurnalfkmuit.id/index.php/itjph/article/view/155I Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (SMK3) Dalam Upaya Pencegahan Kecelakaan Di Pt. Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula Takalar2026-08-22T04:32:43+00:00Iswar Nur Ramadani Harisiswarkesmas@gmail.comRosdianaiswarkesmas@gmail.comMarthyni Natsirmarthyninatsir@gmail.comBaktianita Ratna Etnisiswarkesmas@gmail.com<p>Latar Belakang: Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada industri pengolahan gula memiliki tantangan spesifik akibat paparan bahaya fisik, mekanik, dan suhu ekstrem di area produksi. Meskipun regulasi K3 telah ditetapkan, kecelakaan kerja dan near-miss masih berpotensi terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman pekerja, dinamika perilaku keselamatan, serta faktor-faktor determinan yang memengaruhi kejadian kecelakaan kerja di PT. Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula (PG) Takalar.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus eksploratif. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling yang terdiri dari pekerja stasiun gilingan dan pengolahan, supervisor K3, serta pihak manajemen operasional (total n=5 informan). Pengumpulan data primer diperoleh melalui wawancara mendalam (in-depth interview), observasi lapangan, dan telaah dokumen laporan kecelakaan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Data dianalisis secara induktif menggunakan pendekatan analisis tematik.Hasil: Penelitian mengidentifikasi empat tema utama: (1) Dilema Ergonomi dan Alat Pelindung Diri (APD), di mana ketidaknyamanan APD di area bersuhu dan bising tinggi memicu tindakan tidak aman (unsafe action); (2) Persepsi Risiko dan Normalized Deviance, yaitu normalisasi pelanggaran prosedur keselamatan minor karena dianggap sebagai kebiasaan kerja harian; (3) Pengawasan dan Komitmen Manajemen, yang dirasakan belum konsisten terutama pada periode beban kerja puncak (off-season ke in-season); serta (4) Keterbatasan Infrastruktur K3 (Unsafe Condition), terkait penandaan bahaya dan pelindung mesin yang belum optimal di area krusial.Kesimpulan: Kejadian kecelakaan kerja di PG Takalar tidak hanya disebabkan oleh kelalaian individu, melainkan merupakan interaksi kompleks antara faktor lingkungan fisik yang ekstrem, budaya keselamatan kerja, dan konsistensi pengawasan. Diperlukan evaluasi ergonomi APD serta penguatan budaya K3 berbasis partisipasi aktif pekerja.</p>2026-08-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Indonesia Timur Journal of Public Health https://jurnalfkmuit.id/index.php/itjph/article/view/153A Lingkungan Kerja, Kondisi Psikologis, Pembagian Tugas, Hubungan Kerja, Kapasitas Kerja, Beban Kerja2026-08-22T04:18:13+00:00Ainun Kinantiainunkinanti74@gmail.comHanafi A Kadirzulhaq101211@gmail.comRiswanzulhaq101211@gmail.com<p>Penyebab kecelakaan ditempat kerja biasanya terjadi karena kurangnya memperhatikan pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja. Kecelakaan kerja dapat terjadi pada semua industri termasuk pelabuhan. sebagaimana diketahui bahwa perkembangan di Indonesia terus meningkat, kecelakaan yang terjadi pun beragam mulai dari saat membawa kendaraan maupun pada saat proses bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui. Hubungan antara pelaksanaan program kesehatan dan keselamatan kerja dengan kejadian kecelakaan kerja di Kapal Ferry Pelabuhan Penyeberangan Bajoe Kabupaten Bone. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian <em>cross sectional</em> <em>study</em>. Penelitian dilaksanakan pada bulan maret - mei 2025 dengan sampel terdiri dari 64 pekerja kapal ferry untuk dijadikan sampel. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampel yaitu <em>total sampling</em>. Untuk mengetahui hubungan antara pelakasanaan program kesehatan dan keselamatan kerja dengan kejadian kecelakaan kerja maka menggunakan uji statistik <em>chi-square.</em> Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan pelatihan K3 dengan kecelakaan kerja (X<sup>2</sup>=0.03), ada hubungan penggunaan APD dengan kecelakaan kerja (X<sup>2</sup>=0.00), ada hubungan SOP dengan kecelakaan kerja (X<sup>2</sup>=0.00), ada hubungan antara pengawasan dengan kecelakaan kerja (X<sup>2</sup>=0,05). Kesimpulan bahwa kecelakaan kerja di kapal ferry pelabuhan penyeberangan bajoe masih sering terjadi karena dipegaruhi oleh pelatihan K3, penggunaan APD, SOP, dan pengawasan. Saran, agar perusahaan lebih memperhatikan. pelatihan K3, penggunaan APD, SOP, dan pengawasan di Kapal Ferry Pelabuhan Penyeberangan Bajoe.</p>2026-08-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Indonesia Timur Journal of Public Health https://jurnalfkmuit.id/index.php/itjph/article/view/158M FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PERAWAT DAN BIDAN DI UPTD PUSKESMAS LONG IKIS KABUPATEN PASER KALIMANTAN TIMUR2026-08-22T14:18:42+00:00Muhammad Aji Pratamamajipratama915@gmail.comRahma Sri Susantirahmasrisusanti86@gmail.comNismawatinismanatsir@gmail.com<p>Kondisi kelelahan saat bekerja termasuk salah satu isu kesehatan kerja paling banyak dialami oleh tenaga medis, khususnya perawat dan bidan yang memiliki beban fisik cukup berat. Dampak dari kelelahan ini tidak hanya merugikan individu sendiri, namun juga dapat memengaruhi pasien, menurunkan mutu pelayanan kesehatan, serta berdampak pada institusi tempat mereka bekerja. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berkaitan terkait kelelahan kerja pada perawat dan bidan di UPTD Puskesmas Long Ikis, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Dalam penelitian ini, digunakan desain observasional analitik dengan metode cross sectional, dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2025. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling, melibatkan 45 perawat dan bidan. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil penelitian memperlihatkan adanya hubungan antara usia dengan kelelahan kerja (<em>p</em>-value=0.019 < 0.05), tidak terdapat hubungan antara masa kerja dengan kelelahan kerja (<em>p</em>-value=0.341 > 0.05), terdapat hubungan antara lama kerja dengan kelelahan kerja (<em>p</em>-value=0.017 < 0.05), serta ada hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja (<em>p</em>-value=0.019 < 0.05). Kesimpulannya, kelelahan kerja di UPTD Puskesmas Long Ikis masih sering ditemukan dan dipengaruhi oleh faktor usia, lama kerja, serta beban kerja. Disarankan agar fasilitas kesehatan lebih memperhatikan faktor usia, sistem shift, serta beban kerja perawat dan bidan di UPTD Puskesmas Long Ikis.</p>2026-08-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Indonesia Timur Journal of Public Health https://jurnalfkmuit.id/index.php/itjph/article/view/156H EFEKTIVITAS SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) TERHADAP KASUS KECELAKAAN KERJA PADA TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANGLIMA SEBAYA KALIMANTAN TIMUR2026-08-22T04:36:49+00:00Hasanhh0235206@gmail.comJusmanjusmanusman90@gmail.comNismawati Natsirnismanatsir@gmail.com<p>Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan instrumen penting dalam menurunkan risiko kecelakaan kerja di fasilitas kesehatan. Penelitian ini menelaah efektivitas SMK3 terhadap kejadian kecelakaan kerja di RSUD Panglima Sebaya, Kalimantan Timur. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan lima informan dari unsur manajemen rumah sakit dan tim K3. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumen pendukung, kemudian dianalisis secara tematik dengan triangulasi untuk menjaga validitas. Hasil temuan menunjukkan bahwa kebijakan K3 telah tersedia secara formal melalui regulasi dan dasar hukum yang jelas. Perencanaan K3 sudah memiliki indikator, tetapi masih lemah dalam hal pemanfaatan data, koordinasi antarunit, dan dukungan sumber daya. Pelaksanaan K3 berlangsung kurang konsisten seperti pelatihan yang belum terjadwal dan pelaporan insiden belum terstandarisasi namun kepatuhan penggunaan APD sudah cukup baik. Proses pemantauan dan evaluasi masih bersifat insidental, minim pencatatan, serta belum terintegrasi dengan sistem pelaporan digital. Adapun peninjauan dan peningkatan kinerja SMK3 berjalan terbatas, kurang melibatkan lintas sektor, dan tidak memiliki tolak ukur yang jelas.</p>2026-08-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Indonesia Timur Journal of Public Health https://jurnalfkmuit.id/index.php/itjph/article/view/154C FAKTOR YANG BERHUBUNGAN TERHADAP AMAN BERKENDARA (SAFETY RIDING) PADA PENGEMUDI OJEK ONLINE DI KOTA MAKASSAR 2026-08-22T04:23:28+00:00Nur Cahayacayanurcahaya4@gmail.comRahma Sri Susantirahmasrisusanti86@gmail.comMarthyni Natsirmarthyninatsir@gmail.com<p>Kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka kematian di dunia, terutama di negara berkembang. Oleh karena itu, kesadaran dan kepatuhan terhadap konsep <em>Safety Riding</em> menjadi hal yang sangat penting untuk mengurangi angka kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan terhadap perilaku aman berkendara (<em>Safety Riding</em>) pada pengemudi ojek online di Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini <strong><em>Cross Sectional</em></strong> dengan jumlah Sampel sebanyak 75 driver ojek online dengan menggunakan teknik <em>Non Probability Sampling</em>. Penelitian dilaksanakan di <strong>Kota Makassar</strong> pada bulan juni sampai juli 2025. Analisis data yang digunakan analisis univariat dan bivariat. Berdasarkan uji statistik chi-square hasil penelitian menunjukkan faktor umur (p 0,000 < α 0,05), ada hubungan umur dengan perilaku aman berkendara. Faktor peran teman kerja (p 0,000 < α 0,05), ada hubungan peran teman kerja dengan perilaku aman berkendara. Serta faktor penggunaan APD (p 0,000 < α 0,05), ada hubungan Penggunaan APD dengan perilaku aman berkendara. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara factor yang berhubungan terhadap aman berkendara(Safety Reading) pada pengemudi ojek online di Kota Makassar</p>2026-08-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Indonesia Timur Journal of Public Health