https://jurnalfkmuit.id/index.php/itjph/issue/feedIndonesia Timur Journal of Public Health 2026-03-10T06:23:47+00:00Suriatisuriati@uit.ac.idOpen Journal Systemshttps://jurnalfkmuit.id/index.php/itjph/article/view/139jusman HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS (TBC) DI DAERAH KERJA PUSKESMAS KANJILO KABUPATEN GOWA2026-03-09T12:29:47+00:00Suriati Arifsurifirman7172@gmail.comJusman Usmanjusmanusman90@gmail.comZainul Muttaqinjusmanusman90@gmail.com<p>Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan global yang menjadi salah satu dari 10 penyebab kematian setelah HIV/AIDS di Indonesia termasuk Kab Gowa Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat “Hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian Tuberkulosis di wilayah kerja puskesmas Kanjilo. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional dengan metode <em>Cross Sectional</em>. Sampel pada penelitian ini berjumlah 173 sampel yang diperoleh berdasarkan rumus slovin dengan penarikan <em>purposive sampling </em>dengan kriteria eksklusi dan inklusi. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas kanjilo Kabupaten Gowa pada Juni-A 2025. Berdasarkan uji analisis statistik <em>chi-square</em> hasil penelitian menunjukkan ada hubungan ventilasi dengan kejadian tuberkulosis (p=<0.001 < α 0,05) ada hubungan pencahayaan dengan kejadian tuberkulosis (p=<0.001 < α 0,05),tidak ada hubungan jenis lantai dengan kejadian tuberkulosis DBD (p=0.82 < α 0,05). Dan ada hubungan kepadatan hunian dengan kejadian tuberkulosis (p=0.001 < α 0,05) Dapat disimpulkan bahwa ventilasi, pencahayaan,dan kepadatan hunian diwilayah kerja Puskemas Kanjilo Kabupaten Gowa memiliki hubungan dengan kejadian tuberculosis,sedangankan jenis lantai tidak memiliki hubungan dengan kejadian tuberculosis diwilayah kerja Puskesmas Kanjilo. Upaya pencegahan Tuberkulosis perlu dilakukan dengan cara membuat ventilasi tambahan pada sebuah ruangan,membuat pencahaayaan yang baik pada sebuah ruangan untuk mencegah berkembangbiaknya <em>mycobacterium tuberculosis</em>,serta menerapkan syarat kepadatan hunian pada setiap rumah guna mencegah bertambahnya anggota rumah terkena penyakit tuberculosis</p>2025-12-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Indonesia Timur Journal of Public Health https://jurnalfkmuit.id/index.php/itjph/article/view/142I Identification of Soil-Transmitted Helminths (STH) in Children’s Nail Dirt in Karama Selatan Hamlet, Biring Kassi Village, Takalar Regency2026-03-09T13:59:36+00:00Nur Anisa -nurannisa191005@gmail.comRahmat Salehrahmatsaleh2017@gmail.comNismawati Natsirnismanatsir@gmail.com<p><em>Soil Transmitted Helminths</em> (STH) merupakan kelompok cacing usus yang ditularkan melalui tanah dan dapat menginfeksi manusia melalui media kuku yang kotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan STH pada kotoran kuku anak-anak di Dusun Karama Selatan, Desa Biring Kassi, Kabupaten Takalar. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan observasi laboratorium. Penelitian dilaksanakan pada Juni–Juli 2025 di Laboratorium Biokimia D-III Analis Kesehatan Universitas Indonesia Timur. Populasi penelitian adalah seluruh anak berusia 5–12 tahun di lokasi penelitian, dengan jumlah sampel 30 anak yang dipilih secara <em>purposive sampling</em> sesuai kriteria inklusi. Variabel yang diteliti adalah keberadaan telur atau cacing STH pada kotoran kuku yang diperiksa menggunakan metode flotasi dengan larutan NaCl jenuh. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden adalah laki-laki (80%) dengan kelompok usia terbanyak 8–10 tahun (50%). Sebagian besar anak memiliki perilaku higienitas yang kurang baik, seperti kuku panjang (100%), kuku kotor (96,7%), dan sering bermain tanah tanpa alas kaki (73,3%). Pemeriksaan laboratorium menunjukkan 5 sampel (16,7%) positif STH, terdiri dari 1 sampel positif <em>Hookworm</em>, 1 sampel positif <em>Ascaris lumbricoides</em> dewasa, dan 3 sampel positif telur <em>Ascaris lumbricoides</em>, sedangkan 25 sampel (83,3%) negatif. Kesimpulan penelitian ini adalah meskipun prevalensi positif STH rendah, kuku panjang dan kotor terbukti menjadi media penting dalam penularan sehingga diperlukan intervensi berupa edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta peningkatan sanitasi lingkungan</p>2025-12-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Indonesia Timur Journal of Public Health https://jurnalfkmuit.id/index.php/itjph/article/view/140Iswar STUDI PENERAPAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA TERHADAP KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA DI PT. SINERGI GULA NUSANTARA PABRIK GULA TAKALAR2026-03-09T13:10:38+00:00Izwar Nur Ramadhani Harisiswarkesmas@gmail.comMarthyni -marthyninatsir@gmail.comRosdiana -rosdiana_lia83@gmail.com<p>Kecelakaan kerja di Indonesia, khususnya di sektor industri, terus meningkat, termasuk di PT. Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula Takalar. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) terhadap kecelakaan pada pekerja PT. Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula Takalar. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi lapangan, melibatkan <em>in depth interview</em> dengan lima informan yang dipilih menggunakan teknik <em>snowball sampling</em>. Informan kunci adalah sekretaris tim P2K3, anggota tim P3K sebagai informan pendukung dan asisten manajer sebagai informan biasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan K3 telah diterapkan secara komprehensif, dengan sertifikasi SMK3 kategori emas dan prosedur kerja yang aman. Pelaksanaan <em>Job Safety Analysis</em> (JSA) di setiap stasiun kerja membantu mengidentifikasi dan mengendalikan risiko. Pelatihan K3 yang rutin meningkatkan kesadaran pekerja tentang keselamatan. Penanganan kecelakaan kerja dilakukan secara sistematis, mencakup pertolongan pertama, pelaporan, dan jaminan BPJS, yang berkontribusi pada pengurangan insiden. Dengan implementasi kebijakan K3, JSA, dan pelatihan, PT. Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula Takalar berhasil mencegah dan mengurangi frekuensi kecelakaan kerja, serta mendukung pemulihan pekerja yang mengalami kecelakaan.</p>2025-12-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Indonesia Timur Journal of Public Health https://jurnalfkmuit.id/index.php/itjph/article/view/144f Description Of Hemoglobin Levels In Female Patients With Pulmonary Tuberculosis Receiving Anti-Tuberculosis Drug Therapy At Tamalate Community Health Center, Makassar City2026-03-10T06:23:47+00:00Nur Afni Ambololoafnyambololo@gmail.comNismawati Natsirnismanatsir@gmail.comSuharsi Tahirsuharsiharsi.sa@gmail.com<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi kronis yang dapat menyebabkan anemia, baik akibat inflamasi kronis maupun efek samping Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Pasien TB paru wanita lebih berisiko mengalami anemia karena faktor biologis seperti menstruasi, kehamilan, menyusui, dan cadangan zat besi yang lebih rendah dibandingkan pria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar hemoglobin pada pasien wanita tuberkulosis paru yang mendapat OAT di Puskesmas Tamalate Kota Makassar tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan observasi laboratorium. Sampel penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 10 pasien wanita tuberkulosis paru yang mendapat terapi OAT <2 bulan. Pemeriksaan kadar hemoglobin dilakukan pada sampel darah vena di Laboratorium Biokimia Prodi D-III Analis Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Timur menggunakan metode Sahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8 pasien (80%) mengalami anemia, terdiri dari 7 pasien (70%) dengan anemia sedang (8–10,2 g/dl) dan 1 pasien (10%) dengan anemia ringan (11,3 g/dl), sedangkan 2 pasien (20%) memiliki kadar hemoglobin normal (14,2–14,5 g/dl). Kesimpulannya, sebagian besar pasien wanita TB paru yang mendapat terapi OAT <2 bulan mengalami anemia, dengan kategori terbanyak yakni anemia sedang. Disarankan agar pasien tuberkulosis wanita rutin melakukan pemeriksaan hemoglobin selama terapi untuk mencegah komplikasi anemia.</p>2025-12-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Indonesia Timur Journal of Public Health https://jurnalfkmuit.id/index.php/itjph/article/view/141F ANALISIS POSTUR JANGGAL TERHADAP GANGGUAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) DENGAN METODE RULA (RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT) PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI DI PT. BUMI SARANA BETON (KALLA MIX)2026-03-09T13:17:10+00:00M Fariq Hasan Al Hadimfariqhasanalhadi@gmail.comMarthynimarthyninatsir@gmail.comHanafi A Kadirmarthyninatsir@gmail.com<p>Gangguan <em>musculoskeletal</em> menjadi isu kesehatan utama yang mempengaruhi pekerja di Eropa. <em>The Sixth European Working Conditions Survey</em> pada 2020 melaporkan bahwa hampir separuh pekerja mengalami MSDs. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai postur janggal dan gangguan <em>musculoskeletal disorders </em>(MSDs) pada pekerja bagian produksi di PT. Bumi Sarana Beton (Kalla Mix). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian <em>deskriptif kuantitatif </em>yaitu menggambarkan mengenai objek yang diteliti dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Di dalam penelitian ini menggunakan <em>Nordic Body Map </em>untuk menganalisa gangguan <em>Musculoskeletal</em><em> Disorders </em>(MSDs) pada pekerja dan penilaian risiko menggunakan metode RULA. Sampel pada penelitian ini berjumlah 22 pekerja dengan menggunakan teknik <em>total sampling</em>. Penelitian dilaksanakan di PT. Bumi Sarana Beton (Kalla Mix) pada bulan Maret-Mei 2025. Penelitian menunjukkan bahwa gangguan <em>muskuloskeleta</em>l pada pekerja produksi PT. Bumi Sarana Beton (Kalla Mix) umumnya terjadi pada leher, punggung, bahu, dan lutut, akibat postur kerja yang tidak ergonomis. Aktivitas seperti gerakan berulang, posisi statis, dan pengangkatan manual meski ringan namun sering, meningkatkan gangguan cedera otot dan sendi. Penilaian RULA mengungkapkan bahwa mayoritas pekerja berada pada tingkat risiko tinggi hingga sangat tinggi, sehingga diperlukan intervensi ergonomi segera. disarankan perusahaan untuk menyediakan dukungan kesehatan seperti suplemen, menerapkan istirahat aktif (<em>stretching</em>), mengevaluasi beban kerja manual, serta melakukan perbaikan desain kerja dan alat bantu, terutama bagi pekerja dengan skor RULA tinggi</p>2025-12-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Indonesia Timur Journal of Public Health