M FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PERAWAT DAN BIDAN DI UPTD PUSKESMAS LONG IKIS KABUPATEN PASER KALIMANTAN TIMUR

Authors

  • Muhammad Aji Pratama UIT
  • Rahma Sri Susanti Universitas Indonesia Timur
  • Nismawati Universitas Indonesia Timur

Abstract

Kondisi kelelahan saat bekerja termasuk salah satu isu kesehatan kerja paling banyak dialami oleh tenaga medis, khususnya perawat dan bidan yang memiliki beban fisik cukup berat. Dampak dari kelelahan ini tidak hanya merugikan individu sendiri, namun juga dapat memengaruhi pasien, menurunkan mutu pelayanan kesehatan, serta berdampak pada institusi tempat mereka bekerja. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berkaitan terkait kelelahan kerja pada perawat dan bidan di UPTD Puskesmas Long Ikis, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Dalam penelitian ini, digunakan desain observasional analitik dengan metode cross sectional, dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2025. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling, melibatkan 45 perawat dan bidan. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil penelitian memperlihatkan adanya hubungan antara usia dengan kelelahan kerja (p-value=0.019 < 0.05), tidak terdapat hubungan antara masa kerja dengan kelelahan kerja (p-value=0.341 > 0.05), terdapat hubungan antara lama kerja dengan kelelahan kerja (p-value=0.017 < 0.05), serta ada hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja (p-value=0.019 < 0.05). Kesimpulannya, kelelahan kerja di UPTD Puskesmas Long Ikis masih sering ditemukan dan dipengaruhi oleh faktor usia, lama kerja, serta beban kerja. Disarankan agar fasilitas kesehatan lebih memperhatikan faktor usia, sistem shift, serta beban kerja perawat dan bidan di UPTD Puskesmas Long Ikis.

Downloads

Published

2026-08-22

How to Cite

Pratama, M. A., Rahma Sri Susanti, & Nismawati. (2026). M FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PERAWAT DAN BIDAN DI UPTD PUSKESMAS LONG IKIS KABUPATEN PASER KALIMANTAN TIMUR. Indonesia Timur Journal of Public Health, 8(1). Retrieved from https://jurnalfkmuit.id/index.php/itjph/article/view/158